Saturday, June 10, 2006

Bakmi dan Wafer

Tersulut dari post-nya Hendri Bun yang bertanya pada wanita, dan juga karena keingintahuan diri sendiri.. maka gua pengen ngutarain pandangan gua tentang wanita dan pria.

Pernah membaca buku yang bagus, berjudul Cewek seperti Bakmi, Cowok seperti Wafer... sebenarnya terjemahan dari buku berbahasa Inggris...
Dari buku itulah gua punya sedikit pemahaman tentang cowok dan cewek.

----------

Dijelaskan dalam buku itu bahwa cewek itu pola pikirnya seperti bakmi yang selalu bersinggungan kesana-kemari, maksudnya adalah cewek itu kalo di komputer istilahnya multi-tasking dan ada program yang bekerja di background system. Coba aja liat ibu kita, begitu hebatnya dia bisa mengasuh anak, masak buat makan malam, masukin baju ke mesin cuci semua dalam waktu yang bersamaan. Banyak yang dipikirkan oleh cewek saat berbuat sesuatu.
Coba aja simak obrolan cewek-cewek, mulainya sih bicarain tentang baju, trus nyerempet ke baju temennya, nyerempet lagi ke cowok temennya itu, nyerempet lagi ke handphone si cowok itu, nyerempet lagi ke masalah tagihan pasca-bayar yang bikin dag-dig-dug... trus berlanjut sampai seolah tiada ujung. Mungkin ini sebabnya terjadi stereotipe kalo cewek itu cerewet alias bawel.

Dalam perkara perasaan wanita, memang sampai sekarang ini gua agak susah juga memahaminya, meskipun dengan si dia terlihat kompak tapi tetap aja agak susah memahaminya. Cewek lebih menggunakan emosinya dalam menghadapi segala sesuatu, kalau ada peristiwa yang menuntut keputusan secepatnya pasti ujung-ujungnya bingung dan pilihannya bisa salah. Mungkin ini yang menyebabkan sulitnya cowok mengerti cewek, soalnya faktor emosi sedang dalam mode on pas bertanya masalah warna baju.

----------

Beda lagi dengan mahluk yang namanya cowok, pola pikirnya seperti permukaan wafer yang terkotak-kotak. Cowok cenderung untuk menyelesaikan tugas satu demi satu, jadi kalo ada istilah bapak rumah tangga pastilah seorang cowok yang pola pikirnya bisa seperti bakmi. Dalam pekerjaan saja contohnya, gua gak selalu bisa mengerjakan 5 tugas sekaligus, konsentrasi gua bisa pecah dan semuanya tidak berkualitas hasilnya. Hebatnya pola pikir seperti ini bisa diterapkan saat terjadi peristiwa dadakan, misalnya anak sakit keras, demamnya tinggi. Sang ibu biasanya panik menghadapi keadaan ini, tapi bapaknya dengan kalem menghubungi dokter lalu memanaskan motor memakaikan mantel dan membawa ke dokter, enak bukan? Teratur dan terarah.

Perasaan cowok itu sebenarnya menghanyutkan juga soalnya cowok yang sedih tidak memperlihatkannya dengan menangis, cowok itu cenderung menarik diri, istilahnya masuk dalam gua untuk membereskan masalahnya, lalu keluar lagi tanpa beban apa-apa. Nah kadang ceweknya yang bingung menghadapi cowok kalo udah masuk gua, ceweknya terus bertanya, "Ada apa Yang? Kenapa? Kamu bagaimana?". Yang ada malah cowoknya marah karena ditanya terus menerus. Beda dengan cewek yang butuh perhatian saat menghadapi masalah, cewek itu butuh untuk curhat dan didengar.

Kalo cowok disuruh belanja pasti membosankan untuk cewek karena belanjanya terencana tanpa ba-bi-bu langsung ambil yang dibutuhkan trus ke kassa buat bayar. Nah kalo sebaliknya pasti cowok yang ngedumel soalnya sang cewek muter2 di seluruh mall hanya untuk beli sebatang sabun, itupun minta dibayarin ama cowoknya... hahahaha

----------

Cewek itu cenderung mengandalkan emosi, makanya dia senang untuk didengarkan, ditanya meskipun itu pertanyaan klise.
Cowok itu cenderung mengandalkan rasio, makanya dia senang kalo diminta tolong bikinin sistem dan prosedur pekerjaan kantor.

----------

Nah ini sih pengalaman gua aja, kadang gua bersikap atau berpola pikir seperti cewek, pas gua cobain ternyata kalo untuk bergaul dengan cewek sangatlah membantu, cuman ya cape aja ngobrol ngalor ngidul kemana-mana. Tapi sikap ini malah tidak menguntungkan di saat cewek-cewek butuh karakter cowok yang sedikit dingin dan kalem. Karena cowok dengan pola pikir seperti cewek hanya menyenangkan untuk berteman bukan bergantung. Malah bisa dibilang cowok yang kecewekan... huahahaha

Kalo gua liat cewek yang pola pikirnya seperti cowok, itu enak buat jadi partner kerja karena gak akan dipusingin dengan pertimbangan yang plin-plan dan mengandalkan emosi. Cuman cowok butuh cewek yang ada manjanya, sedikit cerewet dan banyak pertimbangan untuk melengkapi kekurangan si cowok.

Wuaaahhh sudah berbusa-busa gua hari ini, ngomongnya kayak pakar cowok dan cewek aja yak? hehehe. Buat hendri semoga ini membantu... :)